Lokasi Geografis

109°17'30" - 109°40'30" BT dan 6°52'30" - 7°20'11" LS

Sabtu, 27 Juni 2015

FUNGSI HELM



Jika kita lihat perkembangannya saat ini, jumlah pengendara sepeda motor meningkat sangat pesat. Terlebih karena saat ini banyak sekali layanan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membeli sepeda motor.

Namun peningkatan jumlah tersebut ternyata juga membawa peningkatan terhadap jumlah angka kecelakaan lalu lintas. Khususnya roda 2. Ketidakpatuhan para pengendara terhadap aturan lalu lintas banyak melatarbelakangi terjadinya kecelakaan tersebut. Data kepolisian menyebutkan bahwa pada tahun 2004 telah terjadi 14.223 kecelakaan yang melibatkan sepeda motor. Dengan kata lain, pada tahun 2004 setiap hari ada 39 kecelakaan yang melibatkan sepeda motor. (Sumber : kompas.com)

Untuk mengurangi bahaya kecelakaan bagi pengendara, telah dianjurkan oleh pihak kepolisian agar selalu menggunakan peralatan standar pengamanan, seperti helm standard, jaket, sarung tangan, rompi, dll.

Menggunakan helm terbukti sangat berguna. Keefektifannya sudah dibuktikan oleh banyak studi yang dapat dipertanggung jawabkan. Pendapat seperti helm membahayakan leher, mempersempit lingkup penglihatan, mengganggu pendengaran sudah berkali-kali dibuktikan tidak tepat. Pengendara yang sadar keselamatan selalu menggunakan helm sebagai sebuah pilihan tanpa paksaan dan seharusnya kita semua seperti itu.

Helm yang berfungsi melindungi beberapa bagian vital kepala. Seperti tulang tengkorak, tengkuk, mata, telinga, tulang pipi dan dagu. Dalam hal ini dianjurkan menggunakan helm berjenis full face atau minimal half face. Dan sangat tidak dianjurkan menggunakan helm batok atau helm proyek. Karena helm dengan jenis batok/proyek tidak melindungi bagian vital kepala.

Berikut ini merupakan  fungsi helm yang harus kita tahu, yaitu :
- Mengurangi bising dari angin yang didengar telinga.
- Mengurangi hembusan keras angin ke muka dan mata.
- Melindungi dari banyak benda-benda terbang di udara seperti serangga.
- Helm memberikan kontribusi kenyamanan saat kondisi cuaca yang berubah,
- Dan tentu saja mengurangi kelelahan pengendara.
- Meminimalisasi benturan keras pada kepala.
- Menghindari gesekan pada kepala, apabila saat terjadi kecelakaan korban terseret.

Kamis, 25 Juni 2015

SEAT BELT/SAFETY BELT



Teknologi untuk menunjang keamanan untuk pengemudi dan penumpang kendaraan terus berkembang dan disempurnakan, contohnya antara lain, seat belt, ar bag, penggunaan anti lock brake system (ABS) dan lain-lain, sampai perangkat sensor yang dapat mendeteksi jarak dengan mobil lain. Kesemuanya itu bertujuan untuk menjaga keamanan pengemudi selama mengendarai mobil.


SEAT BELT



Seat belt yang terdapat dalam mobil dipakai oleh pengemudi dan orang lain yang ada di mobil. Sebetulnya seat belt sudah ada terpasang pada kendaraan, terutama sedan keluaran tahun 80 keatas. Tetapi sering diabaikan penggunaannya dengan berbagai alasan, antara lain kurang nyaman, tujuan berpergian dekat atau tidak mengendarai mobil dengan cepat, dan sebagainya.
Alasan itu hanya akan memperparah keadaan bila benar-benar terjadi kecelakaan.
Tabrakan itu akan menurunkan kecepatan mobil secara drastis, bahkan mungkin sampai berhenti. Hal itu akan membuat orang yang ada di dalam mobil bagian depan akan terlempar membentur kaca, dashboard, kemudi dan apa saja yang berada di depan dan penumpang yang di belakang terdorong menghantam kursi bahkan sampai terpental keluar mobil.
Memakai seat belt akan menahan penumpang akibat hentakan tabrakan yang keras dan meminimalkan cedera, karena penumpang tidak terlempar keluar mobil. Karena fungsinya yang sangat vital, biasakanlah memakai sabuk pengaman ketika sedang mengendarai mobil, baik untuk pengemudi maupun penumpang.
 
FUNGSI SEAT BELT
Fungsi utama dari seat belt ialah untuk menahan tubuh jika terjadi benturan/tabrakan pada kendaraan. Bayangkan tiba-tiba terjadi tabrakan pada mobil dengan kecepatan sekitar 100 km pada jalan tol, apa yang terjadi?